Penanganan Jari Macet

MANADOADS, Health – Jari macet adalah suatu kondisi yang menyebabkan salah satu jari tetap terjebak dalam posisi tertekuk atau dikenal sebagai stenosing tenosynovitis yang terjadi ketika tendon yang bertanggung jawab untuk kelenturan jari menjadi tebal, dikenal sebagai nodul, dan terdapat peradangan pada selubung tendon. Umumnya terdapat pada orang dewasa usia antara 40 dan 60 tahun.

Apa yang menyebabkan trigger finger?
Penyebabnya sering tidak jelas. Hal ini diduga akibat peradangan yang menyebabkan pembengkakan dari tendon atau sarung dari tendon. Tendon dapat meluncur keluar dari sarungnya ketika jari ditekuk, tetapi tidak dapat meluncur kembali dengan mudah karena terdapat pembengkakan. Jari kemudian tetap tertekuk kecuali ditarik lurus dengan tangan lain. Sekitar 2 dari 100 orang dapat mengalaminya.

Tanda dan Gejala
Dimulai dengan rasa tidak nyaman di dasar jari atau jempol dan sensitif terhadap tekanan. Mungkin teraba benjolan di daerah tersebut. Gejala lain dapat berupa: rasa nyeri, sensasi bunyi dan gerakan jari terbatas

Apa yang dapat Dilakukan?
– Memodifikasi aktivitas untuk mengurangi rasa sakit. Hindari stress tendon. Hindari semua aktivitas yang membutuhkan menggenggam kuat dan berulang.
– Posisi netral pergelangan tangan.
– Peregangan: dimulai dengan 3 kali per hari. Secara bertahap ditingkatkan menjadi satu jam sekali.

Apa Penanganan untuk Jari Pemicu?
Penanganan Nonoperasi / Konservatif
Obat
Disarankan untuk meminum obat penghilang rasa sakit (misalnya, parasetamol atau ibuprofen).
Rehabilitasi Medik
• Bidai malam
Gejala mungkin bertambah jika jari dibebat pada bidai plastik sehingga benar-benar lurus.
• Injeksi steroid
Suntikan steroid ke selubung tendon dikombinasikan dengan bius lokal untuk agar suntikan kurang terasa nyeri. Beberapa hari setelah injeksi jari harus diistirahatkan dan diminta untuk memakai bidai malam hari selama dua-tiga minggu.

Latihan
Dapat dilakukan dengan menempatkan jari dalam air hangat dan dilakukan gerakan berputar ringan yang ditujukan untuk pemanasan tendon. Dapat juga dengan memijat jari untuk membantu mendapatkan kembali lingkup gerak. Berikut adalah beberapa latihan yang dapat membantu meningkatkan kondisi Anda.
1. Peregangan ekstensor
Tempatkan tangan pada permukaan datar dan tahan jari yang terkena dengan tangan lain. Sambil memastikan jari yang lain datar di atas meja, angkat jari yang terkena dan pertahankan posisi ini selama beberapa detik.
2. Peregangan jari
Luruskan jari-jari secara bersama-sama. Regangkan jari yang terkena sampai terasa peregangan ringan. Tahan selama beberapa detik dan kembali ke posisi normal. Juga, cobalah untuk meregangkan jari ke belakang dan ke depan dan pertahankan posisi ini selama beberapa detik.
3. Meramas Bola Tenis
Ambil bola tenis, pegang di tangan Anda dan remas dengan keras. Tahan sekitar 5 detik dan lepaskan. Lakukan 5-10 kali setiap hari.
4. Finger Spring
Memakai karet gelang di sekitar permukaan luar dari jari-jari – pastikan untuk menyertakan ibu jari. Regangkan jari-jari dengan karet gelang. Ulangi 15 kali.
5. Tendon Glide
Ini adalah salah satu latihan yang efektif jika dilakukan dengan benar. Dengan ibu jari menunjuk jauh dari telapak tangan, luruskan jari-jari ke arah luar. Pastikan bahwa ibu jari tegak lurus ke telapak tangan. Sekarang lenturkan jari-jari ke arah ibu jari dengan hanya setengah inci dari jarak antara ibu jari dan jari lainnya. Perlahan jari-jari ditekuk ke dalam telapak tangan dengan ibu jari di bagian luar dari jari telunjuk. Membuat kepalan tangan dengan menekuk jari-jari. Buka tangan dengan lambat dan angkat jari ke posisi tegak. Jauhkan lekukan sendi-sendi jari dan ibu jari dari telapak tangan. Ulangi beberapa kali.
6. Towel Grab
Pegang handuk pada bagian tengahnya dan letakkan di atas meja. Tempatkan tangan dari jari yang terkena pada handuk dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Ambil handuk dan remas handuk tersebut sambil menerapkan tekanan pada kepalan tangan. Pertahankan posisi ini selama beberapa saat dan kemudian luruskan jari-jari secara perlahan. Lepaskan handuk dan ulangi 8-10 kali.
Penanganan Operasi
Pembedahan dipertimbangkan pada pasien yang gagal dengan penanganan konservatif atau memiliki kondisi medis seperti diabetes, penyakit ginjal, rematoid artritis, atau gout.(mor/rls)

dr. Adelle Damopolii, Sp.KFR
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Siloam Hospitals
Jadwal Praktek: Senin, Selasa, Jumat
Jam 16.00 – 18.00

Related posts