Dispar Sulut Genjot Pelayanan Pariwisata Lewat Pengembangan Kompetensi SDM Kepariwisataan

ManadoAds- Mendatangkan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia (RI), Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Utara (Sulut) lewat Bidang Kelambagaan mengembangkan kompetensi Sumber Daya Mananusia (SDM) kepariwisataan pada seluruh pelaku industi di Kota Manado. Kegiatan dilaksanakan Jumat (16/06/2017) akhir pekan lalu, di salah satu hotel berbintang di Kota Manado.

Kegiatan tersebut terselenggara karena dirasa maraknya kunjungan turis di Sulut tidak berimbang dengan pelayanan yang diberikan “Pariwisata apalagi di Sulut itu menurut data sedang bergejolak, apalagi sekarang jajaran teratas kunjungan wisatawan mancanegara menurut data rangking pertama adalah Tiongkok. Nah, Manado merupakan satu daerah yang banyak dikunjungi turis tersebut, maka dari itu harus ada standart pelayanan yang baik, agar nantinya tiap turis yang datang dapat mengingat dan ingin kembali lagi,” ujar I Gusti Ngurah Putra P, SE, CHT sekeretaris Ditjen Pemasara Pariwisata kementeria Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Ditambahkan Gusti kalau indonesia menurut survey dari lembaga International One Economic Corup masuk jajaran terburuk dirangking 103 dari 141 negara “kelemahan sekarang kita masyarakat Indonesia tidak paham dan tidak mengerti betul keuntungan dari pariwisata itu, pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar dan itu hanya didapat dari jasa yang dijual. Kekurangan yang kita temukan sekarang berbagai destinasi di Indonesia masih sangat kalah dari sektor kebersihan dan keamanan, dan itu salah satu point dinilai oleh satu lembaga international yang dapat melemahkan pariwisata di negara ini,” ungkapnya.

Hampir senada dengan I Gusti Putra, Daniel Mewengkan Plt Kadis Par Sulut mengharapkan dengan adanya kegiatan kompetensi SDM tersebut dapat membuat seluruh pelaku industri pariwisata paham apa saja yang harus dilakukan “Minahasa itu mempengaruhi dua suku di Sulut dan pola pemikiran yang selalu tertanam yaitu pelayan adalah raja, itu salah. Dari kegiatan ini kami mengharapkan seluruh pelaku industi pariwisata lintas sektor bisa memahami, bagaimana sebenarnya standar kepariwisataan, hingga apa yang mereka berikan membuat seluruh turis merasa nyaman dan ingin kembali lagi kedaerah kita,” jelasnya.

Sementara Prof DR Dra Bet El Silisna Lagarense, MM.Tour pemateri dalam acara tersebut berharap seluruh pekerja pariwisata dapat mengikuti uji standart kompetensi sehingga memiliki standarisasi SDM pariwisata “langkah selanjutnya yang akan kami lakukan adalah mengumpulkan semua asesor bidang pariwisata untuk mendapatkan uji kompetensi, agara nantinya seluruh pelaku di industri pariwisata sebelum benar-benar terjun bisa memiliki pengetahuan yang luas untuk menjadi seorang pelaku pariwisata,” terangnya.

Hadir dalam sebaga peserta kegiatan itu Tenaga Kerja Hotel & Restoran (PHRI), Tour dan Travel (Asita), Pemandu Wisata (HPI), Cafe dan Karaoke (Ashiri), Diving, (NSWA), pekerja Spa, Mahasiswa Stiepar Manado, Peserta Kursus Lanjutan (Mandarin). Pimpinan Asosiasi DPD Bidang Pariwisata dan ASN.(advent)

Related posts

Leave a Comment